“Konvergensi SAK ke IFRS”
Seiring dengan perkembangan dan dinamika dalam skala nasional dan internasional. IAI telah mencanangkan dilaksanakannya program konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standars ) yang akan diberlakukan secara penuh pada 1 Januari 2012. Pada tanggal 23 Desember 2009, IAI genap berusia ke 52 tahun. Puncak peringatan hari ulang tahun IAI ini ditandai dengan “ Penyerahan 19 Produk Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI)” yang baru ditetapkan kepada Dewan Pengurus Nasional (DPN IAI).
Ketua DPN IAI, Ahmadi Hadibroto menyatakan: “Langkah strategis menuju keseragaman “bahasa” dalam Akuntansi dan pelaporan keuangan di sector privat ini meruapakan agenda utama profesi Akuntansi secara global. Terciptanya harmonisasi standar akuntansi global juga menjadi salah satu tujuan dan komitmen kelompok G20 dalam meningkatkan kerjasama perekonomian dunia”. Dengan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandingkan dan pertukaran informasi secara universal. Konvergensi IFRS dapat meningkatkan daya informasi dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adopsi standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian.
Manfaat dari program konvergensi IFRS diharapkan akan mengurangi hambatan-hambatan investasi, meningkatkan transparansi perusahaan, mengurangi biaya yang terkait dengan penyusunan keuangan, dan mengurangi biaya modal. Sementara tujuan akhirnya laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) hanya akan memerlukan sedikit rekonsiliasi untuk menghasilkan laporan keuangan berdasarkan IFRS. (Sumber: Akuntan Indonesia, edisi 22/IV/Januari /2010).
